Selasa, 25 Agustus 2020

Diteror Arwah, Pembunuh Bertobat

Ilustrasi (Source)
Berbagi Bersama - Hidayah memang datang tak terduga sebagai bukti kemahakuasaan Allah dan bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Seperti dialami RS, ia tobat karena mimpi didatangi dan diteror arwah korban kejahatannya.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, setiap yang sudah terjadi tidak mungkin kembali ke keadaan semula. Itulah gambaran penyesalan RS.

Betapa tidak, akibat amarah yang mencengkram hati dan pikirannya, ia tega merampas nyawa orang lain dengan paksa, 20 Agustus lalu. Akibat perbuatannya itu, ia harus merasakan sesaknya jeruji penjara.

Cibiran, cacian, hinaan, dan kecaman tak bisa ia hindari, sebagai akibat perbuatannya yang tak manusiawi itu.

"Saya menyesal," ucapnya setiap kali awak media mencercanya dengan segebok pertanyaan mengapa ia tega melakukan kekejian pada majikannya sendiri.

Kepada penyidik, Rio mengaku melakukan itu karena dendam akibat sering dimaki dan ditampar. Dengan kemarahan yang membuncah, ia menjerat majikannya dengan tali dan melukainya.

"Sebelumnya, tersangka tidak berniat untuk membunuh korban," begitu ujar petugas kepolisian yang menangani kasusnya.

MIMPI ANEH

Tapi, semua yang terjadi tentu harus ditemukan hikmah dan pelajarannya. Begitu dengan RS< sejak melakukan kekejian itu, ia mengaku dihimpit rasa bersalah yang sangat besar. Betapa tidak, sejak semula ia tidak bermaksud melukai majikannya.

"Tidak pernah terbesit dalam pikiran saya (melakukan penganiayaan)," akunya pada petugas.

Tapi, ibarat sudah diselimuti nafsu amarah, RS tak berdaya membendung. Pikiran, hati, dan akal sehatnya pun hilang. hanya penyesalan yang terus ia rasakan. Bahkan rasa bersalah itu berlanjut di alam mimpinya.

"Saya ketakutan sekali," akunya.

Ia pun berkisah, sejak kejadian itu, ia memang melarikan diri ke keluarganya di daerah lain. Tentu ia berharap dapat lolos dari jerat hukum. Tapi bukannya selamat, ia justru diteror arwah almarhum.

"Saya berkali-kali mimpi aneh. Dia datang pada saya, tubuhnya penuh luka," akunya mengisahkan mimpi aneh yang ia alami.

Awalnya ia mengira itu hanya mimpi yang kebetulan. Tapi, seolah ingin menuntut balas, mayat berlumuran darah yang hadir dalam mimpinya itu pun mencul lagi.

"Mimpi yang kedua itu sama persis dengan sebelumnya," akunya.

Lagi-lagi RS mencoba menepis ketakutannya sendiri dengan berpikir itu hanya mimpi sesaat saja dan tak akan berarti apa-apa. Tapi, apa yang ia pikirkan itu justru membuatnya semakin gelisah.

"Ternyata saya tidak bisa berhenti memikirkannya," imbuhnya.

Di malam ketiga, tidur RS pun penuh keanehan. Belum lama ia terpejam, sosok menyeramkan itu muncul lagi. "Ya sampai empat kali saya mimpi yang sama itu," jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, di malam keempat itu sosok menyeramkan itu menuntut pertanggungjawabannya.

"Saya sangat ketakutan," pungkasnya.

Di sisi yang lain, kematian sang majikan tentu meninggalkan duka bagi keluarganya. Menurut penuturan salah satu anak korban, A (30), pada Senin, 18 Agustus sore, ayahnya pamit ingin makan malam di luar. Dia pergi bersama RS menggunakan mobilnya. Setelah itu, Efendi tak pernah kembali.

"Dia cuma bilang makan-makan saja. Sesudah itu, dia bilang mau ke bandara. Kami curiga karena tidak pulang-pulang dan ditelefon tidak aktif. Makanya kami susul ke bandara," ungkapnya.

A merupakan orang yang pertama kali menemukan mobil Efendi di parkiran bandara, kemarin siang. Dari luar, dia melihat kaca mobil berdarah. Karena tidak berani membuka pintu mobil, ia melapor ke petugas kepolisian yang ada di bandara.

Setelah pintu mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat Efendi yang sudah menjadi mayat. Lansia itu tewas mengenaskan dengan kondisi leher terjerat tali. Di tubuhnya juga terdapat bercak darah.

Mudah-mudahan dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa amarah hanya akan mendatangkan malapetaka. Untuk itu, marilah kita pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak mudah marah.
Sabtu, 11 April 2020

Berburu Pahala Selama Ramadan

ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Ramadan bulan mulia, berjuta pahala dan ampunan ada di dalamnya. bagaimana cara kita memperoleh pahala seagung itu? Berikut tuntunannya.

Ramadan adalah bulan mulia, tentu kita sambut ia dengan suka cita. Nabi Muhammad juga bersabda, "Siapa pun berpuasa pada Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, diampunkan dosanya yang telah lalu," (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan untuk berburu pahala di bulan mulia itu? Berikut tuntunannya.

BACA ALQURAN

Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Ramadan adalah membaca Alquran. Sebab bulan Ramadan adalah bulan Alquran, sesuai dengan hadis Nabi Saw. Ibnu Abbas Ra berkata, "Nabi Muhammad Saw adalah orang yang paling dermawan di antara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadan, lalu Nabi membacakan Alquran di hadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanaan Nabi melebihi angin yang berhembus."

Hadis tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus Alquran dan mengadakan ijtima /  berkumpul dalam majelis Alquran dalam bulan Ramadan. Membaca dan belajar Alquran bisa dilakukan di hadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal Alquran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca Alquran di malam hari.

KENDALIKAN NAFSU

Satu hal yang tak kalah penting dalam bulan Ramadan adalah menahan hawa nafsu. Caranya dengan mengurangi makan ketika berbuka serta tidak berlebih-lebihan.

Dari SAhal bin Sa'ad Ra Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan. Masuk dari pintu tersebut ahli puasa di hari kiamat, tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli puasa, lalu diserukan, 'Manakah para ahli puasa?', maka berdirilah para ahli puasa dan tak ada seorang pun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli puasa, dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu surga tersebut segera ditutup, dan tak ada satu pun yang diperbolehkan masuk setelah mereka'," (HR Bukhari Muslim).

SHALAT MALAM

Amalan yang begitu istimewa di bulan Ramadan adalah qiyamullail (shalat malam), antara lain shalat Tarawih. Hadis-hadis yang menerangkan tentang qiyamullail adalah sabda Rasulullah Saw, "Barang siapa menghidupkan malam Ramadan dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan rida Allah SWT semata, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR Muslim).

Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw senang menghidupkan bulan Ramadan dengan melaksanakan qiyamullail dengan tidak memaksakannya kepada para sahabat untuk melaksanakannya dan bersabda, "Barangsiapa yang melaksanakan qiyamullail pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan harapan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau," (HR Ahmad).

PERBANYAK SEDEKAH

Amalan lain yang tak kalah luar biasa hikmahnya selama Rmadan adalah bersedekah. Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir kurma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi, "Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun," (HR Bukhari Muslim).

Anjuran untuk berlomba-lomba dalam bersedekah dan membiasakan diri untuk berderma dan semaksimal mungkin memberikan apa yang kita punya sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Abbas, "Rasulullah orang yang paling dermawan, terlebih ketika berjumpa dengan Malaikat Jibril dan Malaikat Jibril selalu menemuinya setiap malam di bulan Ramadan hingga akhir bulan itu," (HR Bukhari).

KHUSUK IKTIKAF

Iktikaf begitu penting selama Ramadan, khususnya di sepuluh hari terakhirnya. Iktikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadan merupakan penyempurnaan ibadah puasa. Ini karena iktikaf artinya mengonsentrasikan diri menghadap Allah, mendekatkan diri kepada-Nya.

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan keutamaan yang dipilih oleh Allah SWT. Diriwayatkan dari Aisyah Ra bahwasannya Nabi Muhammad Saw selalu beriktikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunah ini dihidupkan lagi oleh istri-istri Rasulullah selepas kematiannya, (HR Bukhari Muslim).

LAILATUL QADAR

Di bulan Ramadan, Rasulullah begitu mengistimewakan malam Lailatul Qadar. Beliau bersabda, "Sesungguhnya bulan ini (Ramadan) datang kepada kamu, dalamnya ada malam di mana amalan ibadah yang dilakukan pada malam itu lebih baik dan lebih besar ganjarannya dari amalan selama seribu bulan. Siapa yang kehilangan malam itu, sesungguhnya dia kehilangan semua kebaikan. Dan tidak akan kehilangan semua perkara itu, kecuali orang yang diharamkan (tidak mendapat petunjuk) daripada Allah?" (Hadis riwayat Ibnu Majah).

Sungguh pada malam itu, turun Malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun berikut). Sejahteralah malam (yang berkah itu) hingga terbit fajar? (QS Surah Al Qadr, ayat 1-5).

Mudah-mudahan kita dapat mengisi Ramadan dengan ibadah sebaik-baiknya dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Aamiin.

Selamat Datang Wahai Romadhon, Subhanallah

ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Selamat datang, wahai Romadhon, Subhanallah, tidak terasa waktu bergerak begitu cepat. Dalam hitungan hari, kita akan memasuki bulan penuh berkah, yakni bulan Romadhon, bulan yang mengajak kaum muslimin di berbagai belahan dunia berpuasa selama satu bulan lamanya.

Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa," (QS Al Baqarah 2: 183).

Romadhon begitu istimewa yang menyimpan banyak kebaikan. Bulan yang ditaburi keberkahan. Bulan yang siang dan malamnya terliputi kemuliaan. Bulan yang diantara salah satu malamnya bernilai lebih dari seribu bulan (Lailatulqadar).

Allahu akbar. kenikmatan menyambut Romadhon ini adalah bagian dari kecintaan tak berperi akan kehadiran bulan rahmat dan ampunan. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini.

Beliau menjelaskan keutamaan-keutamaan Romadhon dan janji-janji indah berupa pahala yang melimpah bagi orang yang berpuasa dan menghidupkannya.

Romadhon ibarat sebuah madrasah atau sekolah, sebagai seorang yang mengaku beriman kepada Allah, kita akan masuk dan mengikuti semua proses pendidikan di dalamnya.

Madrasah Romadhon yang akan kita masuki sesungguhnya menjadi kunci bagi terbukanya sebuah surga khusus di akhirat kelak. Surga yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang berpuasa di bulan Romadhon, yakni Ar-Rayyan.

Rasulllah bersabda, "Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Yang akan masuk melaluinya pada hari kiamat hanyalah orang-orang yang berpuasa. Tidak akan masuk seorang pun melaluinya selain mereka." Lalu diserukan, "Manakah orang-orang yang berpuasa?" Maka, mereka pun berdiri. Tidak ada seorang pun yang akan masuk melalui pintu Ar-Rayyan ini kecuali mereka. Setelah semua masuk, pintu itu pun ditutup, sehingga tidak ada lagi yang bisa masuk melaluinya," (HR Muttafaqun 'Alaih)

Marilah kita bersama-sama mengisi bulan Romadhon dengan amal baik, memperbanyak ibadah, sedekah dan kebaikan lainnya. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT sehingga kita termasuk calon penghuni surga Ar-Rayyan. Aamiin.
Sabtu, 04 April 2020

5 Amalan Membuka Pintu Rezeki

ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Rezeki kita adalah bagian dari pemberian Allah SWT. Kewenangan kita sebatas berusaha semaksimal mungkin. Tentu usaha itu tak hanya bekerja, melainkan juga ibadah kepada Allah SWT.

Sungguh Allah SWT sangat senang kepada hamba-Nya yang sibuk dengan upayanya, baik lahi rmaupun batin untuk mencari karunia rejeki-Nya.

Tentu tak sebatas usaha dalam bentuk bekerja, melainkan juga semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beragam ibadah dan kebaikan.

Berikut ini lima amalan membuka pintu rejeki :

ISTIQOMAH IBADAH

Allah tidak sia-siakan pengabdian diri hamba-Nya, seperti firman-Nya dalam Hadis Qudsi: "Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku, maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan Aku tidak menutup kefakiranmu. (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah ra).

PERBANYAK ISTIGHFAR

Loh, apa hubungannya istighfar dengan rejeki? Tentu saja sangat terkait. Sebab istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa kita di depan Allah, yang menjadi sebab Allah merasa sayang pada hamba-Nya, lalu Allah berkenan melapangkan jiwa dan kehidupan dari hamba yang meminta.

Rasulullah SAW menjamin hal itu dalam sabdanya, "Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka." (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ra.).

STOP DOSA

Kaitan amal berikutnya adalah jauhi dosa. Sebab doa kita tentu akan bermasalah jika kita masih berbuat dosa. Dosa bukan saja membuat hati menjadi resah, namun juga akan menutup pintu rezeki. Sabda Nabi Muhammad SAW," ... dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang diperbuatnya," (HR. at-Tirmizi).

Bukan hanya dosa-dosa besar, dosa yang terkategorikan dosa kecil, seperti mengumpat, berburuk sangka, memandang rendah keadaan orang lain dan sejenisnya pun harus kita tinggalkan.

BIRRUL WALIDAIN

Amalam berikutnya adalah birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Dalam hadis riwayat dari Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW berpesan, agar siapa yang ingin panjang umur dan ditambahkan rezekinya, hendaklah berbakti kepada ibu bapaknya dan menyambung tali kekeluargaan.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda: "Siapa berbakti kepada ibu bapaknya, maka kebahagiaanlah buatnya, dan Allah akan memanjangkan umurnya," (HR. Abu Ya'ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim).

Dikuatkan lagi mendoakan kedua orang tua kita menjadi sebab mengalirnya rezeki, berdasarkan sabda Nabi SAW: "Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki (Allah) daripadanya. "(Riwayat al-Hakim dan ad-Dailami).

MENOLONG SESAMA

Tak hanya berbuat baik pada kedua orang tua, menolong orang lain yang membutuhkan pun menjadi penyebab mudahnya rezeki kita. Sabda Nabi Muhammad SAW: "Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki, melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu." (HR. Bukhari).

Mudah-mudahan kita dimudahkan untuk ibadah dengan ikhlas dan penuh ridha dari Allah Swt.

Senyuman Rasulullah Penuh Makna

ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Indahnya pribadi Rasulullah Saw terpancar dari semua dimensi pribadi dan diri Rasulullah SAW. Bahkan tiada senyum yang sia-sia, senyum Rasulullah selalu terpola indah dan penuh makna.

Rasulullah SAW adalah pribadi yang lembut nan paling istimewa akhlaknya, termasuk senyumnya. Namun senyum beliayu tak sekedar senyum, namun begitu tertata dan ditempatkan sesuai porsinya.

Abdullah bin Harits ra, Abdullah bin harits ra. berkata: "Tidaklah aku melihat seorangpun yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW," (HR. At-tirmidzi, Disahihkan oleh Syaikh al-Albani).

Gambaran indah pribadi Rasulullah SAW selaras dengan sabdanya, "Dari Abu Dzar ra. Rasulullah SAW bersabda: "Engkau tersenyum di hadapan saudaramu adalah sedekah," (HR. Bukhari).

Mari kita potret moment-moment yang mengisahkan indahnya saat Rasulullah Saw tersenyum :

SENYUM KELEMBUTAN

Rasulullah senantiasa tersenyum melihat Jabir bin Abdillah setelah beliau masuk Islam sebagai bentuk kelembutan beliau kepada Jabir bin Abdillah. "Rasulullah tidak pernah menghindar dariku semenjak aku masuk Islam, dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum di hadapanku," (HR. Bukhari).

ADA KETEGASAN

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka. Ka'ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka : "Saya mendatangi Muhammad Saw, ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, "Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau," (HR mutaffaqun'alaihi).

TETAP TAK BERLEBIHAN

Suatu ketika Muhammad Saw melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka. Dari Sammak bin Harbdia berkata: "Aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, Apakah engkau dahulu pernah duduk duduk bersama Rasulullah SAW?

Dia menjawab: "Iya sering, dahulu tidak pernah beranjak dari tempat setelah shalat subuh sehingga matahari terbit, maka apabila matahari telah terbit beliaupun beranjak, dan suatu ketika para sahabat sedang berbincang-bincang tentang perkara-perkara semasa jahiliyah sehingga membuat mereka tertawa dan Rasulullah hanya tersenyum," (HR. Muslim).

SENYUM UNTUK BADUI

Rasulullah tersenyum terhadap tingkah orang badui tatkala meminta kepada Rasulullah agar beliau berdoa supaya hujan berhenti. Anas bin Malik berkata, "Ketika Nabi SAW berkhutbah pada hari Jumat, lalu orang-orang berdiri dan berseru, "Wahai Rasulullah, hujan sudah tidak turun hingga pepophonan memerah dan hewan-hewan banyak yang mati.  Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!

Beliau lalu berdoa: "Allahumasqiina (Ya Allah, berilah kami air hujan)." Dua kali. Demi Allah, sebelum kami tidak melihat ada awan yang tipis sekalipun hingga muncul awan tebal, kemudian hujan pun turun.

Setelah itu beliau turun dari mimbar dan melaksanakan shalat. Setelah selesai, hujan masih terus turun bahkan hingga Jum'at berikutnya. Maka ketika Nabi SAW beridri menyampaikan khutbah, orang-orang kembali berseru kepada beliau: "Rumah-rumah telah hancur, jalan-jalan terputus, berdoa'lah kepada Allah agar menahan hujan dari kami!"

Nabi SAW lalu tersenyum seraya berdoa: "Allahumma Hawalaina Wa Laa 'Alaina (Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan membahayakan kami)." (HR. Bukhari).

Mudah-mudahan menjadi pribadi yang murah senyum dan membahagiakan sesama. Insya Allah.
Kamis, 02 April 2020

Sedekah Dulu Atau Bayar Hutang Dulu?

ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Utang dan sedekah adalah dua hal yang berbeda. Utang tentu saja membawa konsekuensi hukum, yakni wajib melunasinya.

Lihat penegasan dan rambu-rambut Alquran Surat Al Baqarah 2, ayat 282. Di sana diuraikan dengan jelas dan rinci tentang kewajiban membayar utang, tata cara, dan semua hal terkait utang-piutang.

Dikuatkan lagi dengan hadis Nabi, "Nasib seorang mukmin bergantung pada utangnya sampai ia melunasinya," (HR. Ahmad dan Tirmizi).

Sementara itu bersedekah adalah amalan sunah yang apabila kita melakukannya mendapatkan pahala, namun kita tidak berdosa jika tidak melakukannya.

Sebaliknya sesuatu yang wajib, termasuk melunasi utang, jika tidak kita tunaikan, maka hukumnya berdosa. Artinya dahulukan yang wajib, setelah itu baru yang sunah.

Dalam hadis Qudsi yang cukup panjang di antaranya Allah SWT berfirman, "... Dan tidaklah hamba-Ku mendekart kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah (sunnah) hingga Aku mencintai-Nya ...," (HR Bukhari).

Memang ada sebagian orang yang meyakini bahwa sedekah menjadi solusi ajaib untuk dapat melunasi hutang. Tapi akan menjadi bermasalah jika di saat yang sama masih mempunyai tanggungan utang yang harus segera dilunasi karena sudah jatuh tempo.

Lalu bagaimana dengan sedekahnya? Mari kita renungkan hadis, dari Abu Dzar Ra, seseorang datang menghadap Rasulullah SAW dan berkata, "Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa, dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka."

Beliau Saw bersabda, "Bukankan Allah telah menjadikan bagian kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma'ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (hubungan suami istri) dengan istrinya adalah sedekah." (HR Muslim).

Mari kita cermati ucapan orang yang datang menghadap Rasulullah Saw, "...dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka." perkataan ini bukan ditanggapi oleh Nabi SAW dengan menyuruh orang tersebut berutang untuk bersedekah. Yang beliau sampaikan kepada orang tersebut adalah amalan-amalan yang bernilai sedekah, meski bukan dalam bentuk harta atau uang.