Akibat Marah, Terjatuh ketika Sai

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0857-4376-2477
Ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - H.Imam mendapat pelajaran berharga selama menjalankan ibadah haji. Hanya akibat tidak sabar saat sai, ia tersungkur dan berlumuran darah. Bersyukur, ia segera sadar dan beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT.

Nani, teman pengajian Rumayah,istri H Iman bercerita jika suaminya itu memang memiliki sifat tempramentals sejak kecil. Kebiasaannya yang suka marah itu tak pernah membuatnya sadar. Terlebih lagi saat menunaikan ibadah haji. Padahal sejak awal Iman sudah berulang kali di ingatkan keluarga dan udtad setempat untuk menjaga emosinya. Proses haju memang membutuhkan kesabaran ekstra.

Hampir di segala situas, para jamaah dituntut untuk bersabar. Contohnya sepert tawaf, sai, antre amakann, antre di toilet, dan sebagainya.

Menurut Nani, peristiwa  yang dialami suami temannya saat haji tahun 2010 itu merupakan t eguram dari Allah.  Kala itu warga asli Jakarta ini menuaikan ibadah haji bersama rombongan yang juga bersama Iman. Dari penuturan Nani, sebenarnya ia iba dengan kejadian yang menimpa Iman.

Pasalnya, akibat  tidak bisa mengontrol emosi, Iman tertimpa musibah. “Alhamdulillah, dengan kejadian itu, mungkin suami Bu Rumayah bisa bertobat,” tutur Nani usai shalat Maghrib.

Ujian Kesabaran

Sejak meninaikan ibadah haji dan sempat berbincang-bincang dengan Iman,Nani mengatakan jika Iman adalah seoreang kepala keluarga dengan dua anak. Sifat tempramental Iman sebenarnya sudah kecul seperti itu. Watalnya yang mudah emosi tidak aneh lagi bagi warga sekitarnya. Di sisi lain, Iamn adalah sosok kepala keluarga yang bijak. Tak hanya bagi kedua anaknya, melainkan juga para tetangga sekitar.

Meskipun demikian, warha menggap hal itu sudah bias. Sayangnya, sifat emosi itu tak bisa ditempatkan Iaman sebagaimana mestinya. Sampai-sampai sifat buruk itu dibawa ketika dia menunaikan ibadah haji. Pantas saja dia langsung mendapat teguran dari Allah. Nani berkisah, cuaca saat haji kala itu menang rada di puncaknya. Artinya sangat panas dibanding sebelumnya.

Namun bagi jamaah yang berasal dari Timur Tengah, mungkin sudah biasadengan hal itu. Tapi bagi jamaah Indonesia, cuaca demikian akan sangat membuat gerah dan tidak nyaman saat melakukan proses haji.

Lagi-lagi itu semua dikembalikan kepada yang menjalaninya.

“Jika kita sabar dan ikhla, insya Allah tidak akan terasa lelah,” ujar Nani mengenang.

Sebelumnya, Iman sudah berulang kali diingatkan oleh sang istri agar jangan sampai emosi saat proses haji. Sedangkan Nani sendiri bingung dengan saran Rumayah kepada sumaninya. Maklu saja, Iaman dikenal sebagai orang yang bijak. Tapi dibalik itu, ternyata Iman memiliki sifat tempramental.

Barulah daripenjelsan Rumayah tersebut, Nani mengetahui jika suami teman pengajiannya memliki sifat buruk.

“Padahal Pak Iman itu orangnya sangat baik,” imbuh Nani menegaskan.

Suka Membentak

Siang itu, saat proses haji berlangsung, cuaca yang panas membiat Iman merasa gerah. Berulang kali ia mengusap dahinya yang dari tadisudah dibasahi keringat karena kepanasan. Tepat saat sa’i, emosi Iman tersulut lantaran beberapa jemaah yang padat kala itu sangat lamban bergerak.

“ Lama sekali!” bentak Iman yang terdengar keras kepada jemaad di depannya.

“ Astagfirullah,” ucap Nani yang juga mendengar bentakannya.

Iman berlalu begitu saja tak menggubris sedikitpun saran dari istri dan kerabat lainya agar menahan emosi. Seolah Iman terburu-buru ingin menyelesaikan seluruh rangkaian dengan cepat
Tidak lama kemudian, “Barak!!!,” terdengar suara orang terjauh bergulug-gulung
Tak disangka, ternyata Imanlah yang jatuh tersungkur.

Wajah yang tadinya bersih, kini tidak terlihat lagi. Aliran darah membasahi wajahnya dengan deras. Tubuhnya tersungkur persis seperti orang bersujud.

“Baru saja Pak Iman membentak, eh tau-tau jatuh tersungkur,” lanjut Nani memperagakan.

Jaamh lain pun menyimpulkan jika itu adalah kesalahan dari Iman sendiri. Padahal sebelumnya sudah berulng kali Iman diingatkan untuk tidak meluapkan emosi dan selalu bersabar.

Tapi tetap saja tidak bisa mengontrolnya. Kejadian yang menimpa Iman itu ternyata bukanlah yang pertama. Sebelumnya, dia juga pernah terjatuh saat tawaf. Hanya saja lukanya tidak terlalu berbahaya. Sebenarnya Iman sudah menceritakan kejaian yang dialaminya itu kepada sang istri.

Kata istri Iman kepada Nani, saat tawf, suaminya berprasangka buruk kepada jamaah yang lain si sebelahnya. Sedangkan jamaah di sebelahnya tersebut memang sangat lamban sekali berjalan hingga kemudian iman berprasangka buruk.

“Pelan sekali kalau jalan. Nanti malah kesrimpet.” Ungkap batin Iman kala itu.

Aneh memang aneh, tak sampai beberapa detik, malah Iman sendiri yang terpeleset karena pakaian yang dikenakannya. Tentunya dengan peristiwa seperti yang menimpa Iman,Nani mendapatkan hikmah yang sangat penting sekali, yaitu seseorang dituntun agar selalu bersabar di mana pun berada.

Kondisi apapun saat menunaikan ibadah haji sudah sepatutnya disyukuri. Bagi Nani, ibadah haji adalah suatu kewajiban umat Islam yang harus dijalankan dengan ikhlas. Hanya kepasrahan kepada Allah SWT yang menjadi pedoman Nani selama menjalankan proses haji.

Kini Nani dapat mengambil pengalaman dari orang lain yang sangat berharga. Meskipun dirinya tidak mendapat kejadian atau pengalaman aneh, Nani bersyukur dapat mengambil hikmah dari kejadian yang menimpa Iman.

“Yang penting harus ikhlas dan selalu sabar agar diberi kemudahan,” terang dia.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0857-4376-2477, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY