Derita Rentenir Buta Sampai Akhir Hayatnya

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
Ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Hati-hati dalam meraih rezeki, pilihlah yang benar-benar halal aja. Jika sampai menempuh jalan haram, azab Allah sunggung pedih. Seperti halnya dialami pria berinisial SD ini. Meski ia kaya, tapi harta yang ia peroleh sebagai rentenir justru membuat ia buta sampai mati.

Ibarat pepatah Arab, “wujuduhi la-adami” adanya sama seperti tidak ada. Maknanya, keberadaan kita dianggap tidak punya arti apa-apa untuk orang lain. Lebih menyedihkan lagi, jika keberadaan kita meresahkan orang lain. Sebaliknya, jika kita tidak ada orang lain merasa senang.

Keadaan seperti itu pula yang dialami SD, waat warga-warga Srengseng, Depk, Jawa Barat. Bukanya sedih atas kepergiannya, warga justri senang dia pergi untuk selamanya. “Biang keroknya sudah pergi, tak ada yang malak (meminta uang dengan paksa,red),” sambut Hndi (42), saat ditanya tentang meninggalnya salah satu tetangganya itu.

Pembaca tentu bertanya-tanya, seburuk itukan perbuatan almarhum? Ternyata, berdasarkan warga, SD memang menjadi musuh bersama warga sekitar.

“Dia kan rentenir,” ucap warga lainnya semakinmenguak sepak terjang pria yang menghembuskan napas terakhirnya pertengahan April lau.

Ketika tempat tinggalnya didatangi, rumah itu memnag epi. Menurut keterangan warga, keluarga SD berada di Bantul, Yogyakarta. Memang, SD dibawa keluarganya ke sana untuk dimakamkan.

“Meninggalnya juga masih belum jelas kenapa. Tapi warga disini memang marah besar sama dia,” jelas Handi.

BUNGA MENCEKIK

Handi pun berkisah panjang lebar tentang sepak terjang SD. Memang, selama hidup SD terkenal sebagai rentenir dan merangkap juga sebagai pemalak. Sering kali SD banyak meminjamkan uang ke beberapa warga yang juga masih tetangganya tersebut dengan bunga yang sangat tinggi.
“Lebih gede (besar,red) dari pada pinjam di bank.” Sambungnya.

Handi mencontohkan, jika ada uang yang meminjam puluhan juta rupiah, jaminan sangat besar, bahkan tidak masuk akal.

“Ya bisa rumah, kendaraan, atau harta pribadi milik korbannya,” imbuhnya.

Handi masih ingat, suatu saat, salah seorang temannya meminjam uang pada SD sebesar Rp 6 juta. Temannya mengira, bunganya tidak lebih dari 7 persesn. Ternyata, perkiraan itu salah, saat jatuh temponya, ia dicekik dengan bunga 20-40%.

“semakin besar utangnya, bunganya lebih gede lagi,” kenangnya.

Kisah diatas belum seberapa. Ada kisah lain yang membuat orang terbelalak. Betapa tidak, akibat terlilit utang pada SD, seorang warga bunuh diri. Wanita malah itu adalah ER (55). Saat itu, sebagaimana di kisahkan Handi, saat itu ER bingung karena anaknya sakit keras. Berbagai cara pengobatan sudah ia lakukan, namun sakit buat hatinya tak kunjung sembuh.

“Sampai-sampai hartanya tak cukup lagi untuk membiayai pengobatannya,” kisah Handi.

Ditengah himpitan itu, ER empat berpikir menjual tanah warisan orang tuanya. Namun, dengan berbagai pertimbangan ia pun mengurungkannya.

“Entah mengapa tuh Itu pinjam ke dia (SD,red). Kalau tidak salah Rp 15 juta, tapi jaminanya ya tanah warisan itu,” sambung Handi

Saat itu, ER berfikir, ia akan dapat melunasi hutang itu di kemudian hari. Ternyata dugaan itu meleet. Di waktu yang sudah di tentukan, ia tak mampu melunasinya.

“Ya  tanahnya itu disita paksa, dia (ER,red) stress sekali,” lanjut Handi.

“Karena tidak bisa mengembalikan sejumlah uang yang ia pinjam beserta bunganya, tanah warisan itu pun diambil paksa. Padahal harga tanah dengan uang yang dipinjam tidak seimbang,” imbuh Handi.

DIAZAB BUTA

Waktu pun terus bergulir, korban-korban praktik rentenir SD terus bergelimpangan. Tapi, itu tak membuat pria  itu sadar. Ia justru mencari korban-korban berikunya denganmacam tipu muslihat.
“Sering yang buta huruf itu ditipu,” sambung Handi.

Menurut Handi, SD memiliki banyak cara untuk bisa menipu para tetangga maupun kerabatnya untuk memperoleh keuntungan melalui utang-utang yang ia pinjamkan.

Tapi, tak ada yang dapat menentang takdir dan keputusan Allah SWT. Begitu pun SD, ia pun harus dihadapkan pada akhir yang tragis. Tanpa sebab yang masuk akal, ia sudah di ketahui buta.

Namun menurut kesaksian Handi, berdasarkan keterangan yang ia peroleh dari teman-temannya, SD sempat mengalami kebutaan yang tidak jelas penyebabnya. Tapi, menurut Isnaini (36), tetangga yang lain yang  cukup dekat dengan keluarga SD mengungkapkan,  penyebab kebutaan itu dikarenakan matanya pernah tertusuk ujung rumput gajah. Anehnya, tak lama kemudian matanya buta.

“Mungkin ini salah satu balasan yang ia terima karena suka mengambil harta orang lain yang bukan haknya,” tutur Isnaini.

Tak hanya itu, tetanggganya lainnya pun mengungkapkan, SD sempat mengidap penyakit aneh yang menyebabkan kulitnya melepuh. “Pokoknya banyak yang aneh,” pungkas Handi.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY