Haji Niat Mati di Tanah Suci

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0857-4376-2477
Ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Ibadah haji laksana sebuah perjalan mati. Artinya, keluar dari lingkungan dunia yang fana menuju alam akhirat yang kekal. Karena itu, banyak yang berkeinginan agar bisa mati di Tanah Suci pada saat melaksanakan ibadah haji. Apa keutamaan mati ditanah suci? Bolehkan berharap mati saat melaksanakan haji?

Ritual ibadah haji tahun 2014 segera dimulai. Pada bulan september mendatang, jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah secara bertahap. Ada yang mengatakan bahwa perjalanan haji dimulai dengan mandi jenazah yang dilambangkan oleh salah satu sunnah ihram, yaitu mandi. Lalu, dilannjutkan dengan pengkafanan yang dilambangkan oleh pakaian ihram, lalu diteruskan dengan penyalatan yang dilambangkan oleh salat dua rakaat saat ihra.

Pelucutan diri dari segala perhiasan dunia dilambangkan oleh larangan-larangan saat ihram. Proses penguburan yang dilambangkan oleh ditinggalkannya keluarga dan kaum kerabat, lalau diteruskan dengan perjumpan dengan Allah SWT yang dilambangkan oleh kalimat talbiyah.

Padang Arafah sendiri adalah sebuah manifestasidan cerminan dan cerminan bagaimana umat manusia nantinya dikumpulkan di Padang Mahsya. Tidak ada perbedaan warna kulit, tidak ada hina atau mlulia, miskin atau kaya, muda atau tua. Yang mulia adalah yang bertaqwa dan amal saleh adalah yang selamat. Setiap orang akan sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Semua itu dilambangkan oleh suasana di Padang Arafah saat doa dan permohonan saling bersahutan.

Ibadah haji adalah perjalan uji coba menuju kematian. Namun, tidak sedikit jamaah haji yang memang benar-benar mengharap kematian saat berada di Tanah Suci.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa sebaik-baiknya tempat pemakaman adalah tempat ini (Makkah dan Madinah). Bahkan, barang sia[a meninggal dunia di Makkah maupun Madinah, baik orang tersebut sedang menunaikan ibadah haji maupun umrah, maka orang tersebut dibebasksn dari hisab dan juga siksaan.

Nabi Muhammad Saw sendiri dalam sebuah hadis menyampaikan bahwa beliau menjajnjikan syafaatnya kepada siapa saja yang meninggal di Madinah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis, “Barangsiapa yang mampu mati di Madinah, maka lakukanlah. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat kepada siapa yang mati disana,” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Juga sabda Rasulullah Saw ketika ada seorang jamaah haji yang meninggal di Arafah, beliau bersabda: “Kafankanlah ia dengan dua potong kain ihramnya.”

Nabi memerintahkan untuk memandikannya dengan air dicampur daun bidara serta dikafani dengan dua potong kain ihramnya. Nabi juga melarang untuk melmandikannya dengan pewangi serta penutu kepala dan wajahnya. Lalu, beliau bersabda: “Sesungguhnya ia akan dibangkitkan kelak di hari kiamat dalam keadaan bertalbiah.”

Dan, Nabi tidak memerintahkan orang lain untuk menyempurnakan hajinya. Ini menunjukkan bahwa prosesi haji yang dilakukan oleh orang meninggal yang telah ihram tersebut sudah mencukupi, tidakperlu disempurnakan. Itulah beberapa keutamaan apabila seorang jamaah haji meninggal dunia di Tanah Suci. Lalu, bolehkan seseorang berharap dan berdoa agar bisa mati di Tanah Suci saat haji?

Berhukum Mubah

H Abu Dzarrain Al Hamidy Mag menernagkan bahwa berniat meninggal di Tanah Suci itu secara fikih,adalah ibahah atau mubah. Bahkan menurutnya, sebuah nita itu tidak dapat dikenakan hukum. Karena hukum itu bersifat mengikat setelah terwujud dalam tindakan. “ Seperti hal nya pelanggaran hukum agama maupun pemerintah,maka yang bersangkutan akan mendapat balasan atau sanksi hukuman,” ujarnya

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Sunan Ampel Surabaya ini menambahkan, apabila seseorang itu berharap meninggal di Tanah Suci, maka itu boleh-boleh saja. Apabila dilihat dari sisi tempat dan momennya seperti haji, dan umrah, meninggal di dua kota ini merupakan sesuatu yang sangat mulia. Meskipun pada akhirnya nanti kematian seseorang yang harus diserahkan sepenuhnya kepada Allah AWT.

Menurut dosen fikih tersebut, yang tidak diperbolehkan adalah ketika niat tersebut dipaksakan dengan tindakan. Seperti halnya seorang jamaah yangsudah tua dengan risiko kesehatannya memaksakan berangkan haji maupun umrah. Dan juga orang sakit saat menunaikan jamaah haji amaupun umrah kemudian tidak mau meminum obat maupun melakukan perawatan terhadap dirinya.

Hal ini sam asaja dengan melakukan bunuh diri.m”Jika hal seperti itu dilakukan, maka hukumnya menjadi tahrim atau haram.” Jelasnya.

Karena, merawat kesehatan itu adalah sebuag kewajiban bagisetiap orang muslim. Sehingga, perbuatan menyakiti diri sendiri itu sangat dilarang oleh agama dan hukumnya adalah haram.

Terkait adanya janii dari Allah SWT dan juga Nabi Muhammad Saw adanya suatu keistimewaan bagi jamaah hji maupun umrah yang meninggal di Tanah Suci merupakan sebuah anugrah tersendiri bagi kaum muslimin. “Sehingga, menjadi wajar apabila seorang muslim memiliki persepsi maupun mempunyai harapan untuk dapat meninggal di kota Makkah dan Madinah.” Pungkasnya.

Kematian Istimewa

Drs H Akhmad Sholeh Mag, dosen Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, mengatakan bahwa kematian seseorang pada sat pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci tentu merupakan suatu kematian yang istimewa. Sebab, selain mereka meninggal pada aat melaksanakan ibadah, Tanah Suci, khususnya di Makkah dan di Madinah adalah tempat yang sangat istimewa sehingga seseorang mendapatkan ampunan dari Allah dan disamakan seperti orang yang baru lahir.

“Melihat banyaknya keutanmaan yang terdapat di Tanah Suci, khususnya bagi orang yang melaksanakan ibdah haji tersebut, maka tidak heran kalau sejak dulu banyak orang yang menginginkan mati di Tanah Suci,” terang Akhmad Sholeh.

Lebih lanjut Sholeh menjelaskan bahwa banyaknya jamaah yang menginginkan emeninggal di Tanah Suci sebenarnya sudah terjadi sejk dulu. Bahkan, pada masa dahulu, jumlah jaamh yang menginginkankematian di Tanah Suci tersebut lebih banyak sehingga mereka berangkat kesana pasrah dengan kematian.

“Salah satu simbol adanya kepasrahan tersebut adalah sebelum berangkat mereka diazanikarena khawatir mereka tidak pulang lagi ke rumahnya, alias meninggal dunia,” imbuhnya.

Sikap pasrah yang tertanam dalam diri mereka tersebut, lanjutnya, pada dasarnya juga tidak terlepas dari adanya hadis yang menjelaskan bahwa seseorang yang meninggal di Baitulah,khususnya pada saat melakukan ibadah haji dijamin masuk surga.

Husnul Khatimah

Lalu, bagaimana dengan jamaah haji dengan niat untuk meninggal di Tanah Suci? Bolehkan niat tersebut secara hukum agama? Sholeh menegaskan bahwa keinginan maupun niat yang demikian pada dasarnya tidak ada persolan, bahkan, walaupun mereka keinginanitu disertai dengan doa agar mereka bisa meninggal di Tanah Suci juga tidak masalah.

“Boleh-boleh saja mereka berniat, bahkan berdoa agar dimatikan di Tanah Suci saat haji, dengan harapan kematian itu bisa husnul khatimah, yakni saat melaksanakan ibadah,” terangnya.

Kalaupun pada kenyataannya mereka meninggal sebelum pelaksanaan ibadah haji, lanjutnya, kematian itu tetap digolongkan sebagai kematian yang husnul khatimah karena kedatangan mereka ke Tanah Suci itu tidak lain adalah untuk melaksanakn ibadah haji. Dengan kata lain, kematian itu tetap digolongkan pada sat mereka melaksanakan ibadah.

“Yang dilarang itu adalah kematian yang disertai dengan kesengajaan, misalnya seseorang ingin meninggal di Makkah karena banyaknya keutamaan, lalu melakukan bunuh diri, itu sangat dilarang dalam agama,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutny, bagi jamaah yang menginginkan kematian saat haji, hendaknya tetap melakukan hal-hal yang sewajarnya, makan teratur, dan menghindari hal-hal yang membahayakan. Sebab, bagaimanapun juga, masalah kematian adalah kedendak Allah dan hanya Allah yang mengetahui kapan dan simana seseorang akanmeninggal dunia.

“Selain itu, kalau mereka bisa kembali lagi ke Tanah Air dengan selamat, maka mereka tetap harus banyak bersukur dengan meningkatkan ibadah sehingga haji yang mereka lakukan benar-benar bisa menjadikan mereka semakin lebih baik.” Imbuhnya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0857-4376-2477, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY