Hati-Hati Syirik Saat Nyekar Menjelang Ramadan

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Salah satu tradisi atau kebiasaan yang sering ditemui menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan adalah ziarah kubur. Tak hanya masyarakat di Jawa, berbagai masyarakat muslim di penjuru Tanah

Air pun tak sedikit yang melakkannya. Dr kh Ahmad Shodiq Mag, DOSEN uin Syarif Hidayatullah mengatan, nyekar atau ziarah kubur menjelang Ramadan adalah taradisi masyarakat kita, khususnya warga Nadhliyin. Namun, tradisi ini semakin berkembang di masyarakat, baik desa maupun perkotaan. Ziarah kubur atau nyekar juga merupakan anjuran dari Rasulullah.

“Dulu Rasulullah memang melarang umatnya untuk berziarah atau mendoakan ahli kubur. Hal ini karena padan zaman tersebut, umat Islam masih tergolong masyarakat jahiliyah dan pemahaman Islam yang dangkat sehingga dikhawatirkan masyarakat melakukan pemujaan serta meminta pertolongan pada kuburan-kuburan leluhur atau kuburan orang yang pintar dan dianggap keramat. Namun setelah menyebarkan ketauhidan dan pemanahan masyrarakat tentang Islam terbangun, Rasulullah memperbolehkan umat Islam untuk ziarah kubur dengan tujuan sebagai pengingat kita di nia akan kematian dan akan hari akhirat,” paparnya

MENGINGAT MATI

Dikatan, tradisi nyekar atau ziarah kubur ke makan orang tua, guru, keluarga, teman, atau siapa saja adlah tidak lain untuk mendoakan si ahli kubur. Bagi seorang anak yang mendoakan orang tuanya, membersikan makam  orang tuanya, ini merupakan amalan dan bakti sang anak kepada orang tuanya.

Balasannya adalah pahala bagi sang anak, dan penghaspusan dosa bagi yang meninggal.”Dengankita berziarah ke kubur, kita akan senantiasa diingatkan oleh kematian. Cepat atau lambat, kita akan menyusul mereka. Dengan menguingat kematian, kita di dunia harus banyak-banyak melakukan amal saleh sebagai bekal di akhirat,” tambahnya.

Ditambahkan, yang paling utama adalah niat kita berziarah. Bukan untuk memnta pertolongan atau doa dari ahli kubur. “Sebaliknya kita datang untuk mendoakan mereka. Jika disalahartikan, bisajadi kita tergolong orang yang syirik, meminta, dan berdoa kepada orang mati,” tandasnya.

Dr KH Achmad Zuhdi DH Mfill, Ketua Jurusan Budaya Islam Fakultas Adab dan Humaniroa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya mengatakan, ziarah termasuk dalam syariat Islam.

Namun. Jika dilakukan pada hari-hari tertentu, itu yang tidak termasuk dalam syariat Islam.

Hukum melakukan ziarah kubur dalam Islam boleh, tapi sifatnya tidak mewajibkan dan memaksakan seseorang untuk melakukan ziarah kubur, apalagi pada saat tertentu atau momen tertentu.

“Dalam syariat Islam ziarah kubur memang ada, tapi tidak ditentukan harinya. Karen tujuannya untk mendoakan dan itu bisa dilakukan kapan saja serta dimana saja. Mendoakan bisa dilakukan dirumah atau dimanapun ,” ujarnya.

KETENTUAN WAKTU

Memang pada awalnya Nabi Muhammad sempat melarang para sahabat melakukan ziarah kubur karena saat itu, iman dan akidah masyarakat serta para sahabat Nabi masih sangat labil dan dikhawatirkan syirik. Namun, semakin melihat perkembangan para sahabat Nabi yang imannya semakin kuat dan kokoh, maka Nabi membolehkan para sahabat untuk ziarah kubur.

“Bahkan Nabi juga melakukan ziarah ke makanm ibunya, tetapi ketika meminta ampunan untuk ibunya, Allah menolaknya kerana ibunya berbeda paham dengan Nabi,” ungkapnya.

Melakukan ziarah kubur tidak hanya di Indonesia, hampir di seluruh dunia juga melakukan ziarah kubur. Namun di Indonesia sudah menjadi budaya, apalagi pada momen tertentu seperti pada hari kamis dan menjelang Ramadan atau Idul Fitri.

“Kalau dalam syariat Islam tdiak ada ketentuan hari untuk melakukan ziarah kubur. Tapi karena itu adalah perpaduan atau kombinasi dari budaya Jawa dan Islam, makanya ziarah kubur dilakukan pada hari tertentu, padahal tidak ada anjurannya,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat harus diberi pemahaman tentang ziarah kubur bahwa melakukan ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja serta intinya untuk mendoakan. Yang perlu diingat, dalam melakukan ziarah kubur, ada hikmah yang paling utama yang bisa kita ambil adalah suatu saat nanti kita juga punya nasib yang sama, yaitu dimakamkan. Jadi hikmahnya kita bisa mengingat bahwa suatu hari nanti kita juga akan mengalami kematian.

Yang kedua, ketika melakukan ziarahkubur, Nabi memeperbolehkan kita karena kita bisa mengingat jas-jasa yang sudah dilakukan oleh orang tersebut. Seperti Nabi yang mengunjungi makam ibunya.

Dalam Islam tidak ada kewajiban atau anjuran untuk melakukan ziarah kubur. Bahkan hanya ada tiga tempat yang dianjurkan Nabi untuk dikunjungi, yakni Masjidilharam, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsa.

Dia jula menjalaskan, ada beberapa etika yang harus diperhatikan ketika melakukan ziarah kubur agar tidak menjdai syirik, terutama niat awal adalah untuk berdoa kepada Allah, bukan kepada makam yng dituju atau yang berada di depannya.

HIKMAH NYEKAR

Di tempat terpisah KH Imam Chmbali, pengasuh Ponpes AL Jihad Surabaya mengatakan, nyekar mempunyai hikmah, diantaranya adalah mengingat manusa pada kematian.

“Semua mak yang diperbuat manusia tidak ada yang tertinggal, masing-masing akan mendapat balasan seklipun amak itu tidak terlihat oleh sesama manusia, tetpi Allah SWT tetap mengetahui dan memperhitungkannya.

Oleh karen aitu, sebelum ajal menjemput, kita sebagai manusia harusnya memperbanyak amal saleh, segera bertobat kepada Allah, dan memohon ampun atas segala kesalahan yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini.” Paparnya.

Kedua, sambung KH Chambali adalah untuk menjadikan teladan pelajaran. “Semua manusia pasti mengalami kematian yang waktunya tak dapat diketahui oleh siapapun, kecuali Allah SWT. Apabila telah datang ajal seseorang putuslah semua amalnya. Artinya ia tidak dapat lagi mengubah tingkah lakunya yang telah dikerjakan semasa hidupnya dan ia pun sudah tidak dapat untuk bertobat kepada Allah SWT,” tandasnya

Meski demikian, ternyata hingga saat ini tak sedikit umat Islam yang terkadang keliru mempersepsikan makna ziarah kubur hingga sampai ada yang meminta-minta pada si mayat.

“nah, kalau sudah begitu, jelas salah dan syirik. Karena ziarah kubur itu adalah kita mendoakan simayat, bukan kita yang disoakan mereka,” pungkasnya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY