Jelang Sekarat Pemfitnah Susah Syahadat

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
Ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Dalam kondisi terbaring kaku, Mohatma yang ken astroke tersiksa sulit bernafas, mulusnya pun terkunci saat di bimbing syahadat. Bibirnya terkatup rapat hingga mati dengan sekali tarikan napas yang panjang.

Perjalanan hidp Mohatma benr-benar berakhir tragis. Penyakit stroke yang dideritanya selama berbulan-bulanmembuatnya sangat tersiksa. Berbagai upaya penyembuhan yang dilakukan keluarganya pun takpak sia-sia. Karena sekitnya semakin p arah.

Bahkan, selang satu hari sebelum kepergiannya, pria itu sudah tidak bisa mengucapkan apapun. Kedua bibirnya seakan sudah terkunci rapi.

Setiap kali du kalimat syahadt dibisikkan di telingany, ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dari raut muka dan gerakan bibirnya, tampak ia sedang berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti lantunan bacaan itu, namun dirinya sudah tak mampu melakukannya. Dengan wajah cemberut, ia pun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Kepergian Mohatma tersebut benar-benar disayangkan oleh keluarganya, mereka yang berharap pria itu segera bertobat disaat mendapatkan sakaratulmaut, ternyata ia sudah tidak mampu lagi melakukannya. Semuanya seakan sudah terlambat. Penyakit stroke yang dideritanya itu tampak telah melumpuhkan semua organ tubuhnya sehingga ia hanya bisa terbaring kaku., tak berdaya.

Padahal, kondisi tersebut setidaknya menjadi kesempatan terakhirnya untuk bertobat atas perbuatan maksiat yang selama ini ia lakukuan.

Menurut Fudhali, salah seorang kenalan Mohatma, penyakit yang diderita pria itu sebenrnya sudah cukup lama hingga hampir satu tahun terbaring lemah.

Berdasarkan pemeriksaan medis, ia menderita penyakit stroke. Dari hari ke hari, penyakit yang dideritanya itu tak kunjung membaik malah sebaliknya pria itu semakin memprihatinkan.

“Tubuh Mohatma jadi lumpuh dan kondisinya se makin mengkhawatirkan dari hari ke hari.” Terang Fudhali.

Padahal, lanjutnya, upaya keluarga untuk kesembuhan itu sudah dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pengobatan alternatif hingga pengobatan medis. Semua harta kekayaannya pun terpaksa dikuras untuk kepentingan pengobatan. Maklum, ia termasuk salah seorang jutawan didaerahnya. Namun, karena banyaknya biaya yang dihabiskan, kekayaan yang dimilikinya akhirnya terkuras habis.

Enggan Beribadah

Ironisnya, di tengah kondisi yang sudah kaku tersebut Mohatma seakan masih enggan untuk bertobat. Bukannya sadar dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, saat dirinya terbaring sakit, ia tampak semakin enggan untuk beribadah.

Saat penyakit yang dideritanya itu semakin menyiksanya, ia pun semakin tidak sabar sehingga sehari-hari selalu marah-marah dengan ucapak kotor, terutama saat dirinya merasa ada yang salah dari pelayanan keluarga.

“ketika ia sudah tidak lagi mampu lagi berjalan,ia juga enggan untuk melaksanakan shalatdengan cara duduk ataupun tidur,” tambahnya.

Warga sendiri yang sudah lama mengetahui kondisi Mohatma tampaknya juga enggan untuk memberikan perhatian. Itu sebabnya hanya segelintir orang saja yang mau menjenguk di rumah.

Bahkan, sebagian dari mereka menganggap bahwa apa yang terjadi pada Mohatma tersbut tidak lain adalah sebagai azab.

“kalau dia tidak suka seseorang, ia langsung membicarakan keburukan-keburukan orang itu,” ucapnya.

Mulut Terkunci

Hari terus berlalu, namun Mohatma masih terbaring lemah di rumahnya. Sesekali, suara keluhan pun mencuat dari bibirnya, tanda bahwa dirinya sudah tidak tahan menghadapi penderitaan itu. Selama berbulan-bulan terbaring sakit, dirinya selalu dihantui dengan rasa gelisah, lebih gelisah dari orang yang biasa ia sakiti perasannya.

Tepat di suatu malam, kondisi penyakitnya pun semakinmenjadi-jadi. Ia yang mulanya masih bisa menggerakkan tubuh ke kakan dan kiri, serta kedua tangannya, tiba-tiba semuan itu sudah tidak bisa lagi ia lakukan. Satu-satunya yang tampak bergerak hanya denyut jantung sendirinya dan kepalanya yang tampak kesulitan untuk bernafas.

Ternyata pria itu sedang bernazak sadar bahwa Mohatmatelah menghadapi sakaratul maut, sebagian keluarga dan saudaranya pun langsung mentalkin dirinya dengan kalimat syahadat. Sebagian yang lain ada yang membacakan alqurna disisinya dengan harapan, diakhir perjalanan hidupnya  itu, Mohatma bisa bertobat dan meninggal dengan membawa iman.

Berkali-kali kalimat syahadat dan bacaan alquran itu dibacakan pada dirinya, mulut Mohatma ternyata masih tertutur rapat. Jangankan membaca sebuah kalimat panjang, untuk mengucapkan sepah kata pun ia tidak mampu melakukannya.

“Mulutnya terus tertutup seakan terkunci.” Imbuhnya.

Semakin lama pria itupun semakin terengah-engah. Sulitnya bernafas membuat penderitaan pria itu semakin lengkap. Mohatma benar-benar tak berdaya. Dengan sekali tarikan nafas panjang, tiba-tiba ia sudah tak bergerak lagi, menandakan dirinya telah tiada.

Kabar kematiannya pun di sebarkan kepada warga setempat, namun tetap saja, kepedulian warga tampaknya juga tidak seberapa, tidak seperti kematian warga yang lain pada umumnya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY