Keajaiban Wafat Muslimah Ahli Sedekah

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Keseharian yang dilakukan nenek tau bernama Hj Rosita ini sungguh mulia. Ia senantiasa bersedekah untuk orang yang membutuhkan. Di akhir hayatnya, muslimah ini di yakini meninggal husnul khatimah

Pagi buta Rosita sudah bangun dari tidurnya. Nenek uzur ini sambil tertatih-tatih menuju pancuran air  untuk mengambil wudu. Ia pun duduk bersimpuh sambil terus melantnkan ayat-ayat Alquran.

Begitu azan Subuh berkumandang, segera Rosita berdiri dan menunaikan ibadah shalat.

MEMUPUK KEBAIKAN

Baginya, segela kehidupan di muka bumi ini hanya sementara. Semua akan kembali kepada Allah SWT. Usia yang menua membuat Rosita ingin terus memupuk amal kebaikan.

Bagi keluarga, tetangganya, maupun  untuk orang lain. Selain taat ibadah, amak kebaikan yang selalu disebut-sebut warga Mojo, Surabaya yakni lantaran nenek tua yang akrab di sapa Nini ini memang gemar bersedekah.

Sebut saja Kus, tetangga yang pernah di bantu Nini. Kus sunggung kehilangan mendengar kabar duka dari keluarga Hj Rosita. Menurutnya, salah satu orang yang sangat baiik diantara tetangga yang laun adalah Hj Rosita. Ia menilai bahwa kebaikan yang selalu dilakukan Nini merupkan sebuah amalan yang wajib untuk dijalankan.

Tak dipungkiri, kehidupan Nini yang serba berkecukupan membuatnya mudah melakukan kebaikan. Namun jangan dipandang hanya dari sudut kehidupannya kala itu saja. Sebab, jauh sebelum kesuksesan menghampiri kehidupannya, ia selalu istiqomah untuk melakukan berjuta kebaikan.

“Sudah setahun ini ia pergi. Insya Allah almarhum meninggal husnul khatimah. Semoga amal ibadahia diterima di sisi Allah SWT,” getar bibir Kus usai menghadiri 100 hari mengenang mninggalnya Hj Rosita binti H aNdin Abdul Gani, Senin(18/5) 2015.

Dulu, jauh sebelum era Reformasi, kehidupan ekonomi rumah tangga Kus sangat miris. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan utnuk menghidupi ketiga anaknya.

Kondisi sosial ekonomi negara terguncnag akibat peralihan pemerintahan membuat Kus sedikit keteteran. Sebenarnya, bukan hanya Kus saja, melainkan keluarga yang lain demikian. Hanya kebetulan dari sekian keluarga yang pernah dibantu Nini.

TAAT BERIBADAH

Nini tau persis kondisi keuangan Kus saat itu. Apalagi ia memiliki anak laki-laki yang baru saja sekolah. Bagi Kus entah mengapa Hj Rosita memiliki perasaan yang begitu mulia. Selama ini Kus tak pernah bertemu dengan seseorang yang bukan keluarganya namun kebaikannya sungguh luar biasa.

Di tengah kesuliatan yang menerpa Kus, Nini selalu menyantuni keluarganya. Ia juga selalu membantu biaya pendidikan anak laki-laki Kus.

“Dan itu tidak hanya sekali dua kali saja. Hampir SD sampai SMP selalu saja almarhummah mengulurkan tngannya untuk turut membiayai pendidikan anak saya. Ini yang membuat saya sedih jika mengingat ia. Benar-benar mulia hatinya,” tutur Kus yang terus mendoakannya.

Kendati demikian, Kus tak ingin hanya mengandalkan bantuan dari Nini. Ia lantas turut terlibat dalam mengurusi keperluan rumah. Toh jarak rumahnya juga tidak terlalu jauh dari rumah Nini. Kus ikut mebantu seperti memasak, dan keperluan lainnya.

Dari situlah akhirnya Kus mengetahui persis kehidupan Nini dari pagi hingga malam. Jika pagi buta tiba, Nini sudah siap menjalankan ibadah shalat. Kemudian bersih-bersih barulah menjalankan shalat dhiha. Kadang juga minimal seminggu sekali mengikuti pengajian yang diadakan di kampung. Begitu dhuhur tiba, Nini bergegas menunaikan ibadah shalat dhuhur.

Seperti itulah kebiasaan Nini jika azan sudah berkumandang. Kalau ditanya sudah sedekah, tak perlu siragukan lagi.

“Kalau sedekah saya kira tidak hanya ke saya saja. Ke tetangga yang lain juga sama. Ia gemar membantu,” tambah Kus.

Suatu hari Nini pernah berpesan kepada Kus. Nini mengatatakan, pupuklan amal kebaikan dalam kondisi apapun. Sekalipun kondisi sulit, setidaknya dengan apapun caranya bisa meringankan beban orang lain. Nampaknya ungkapan itu sangat membekas di hati Kus. I a selalu terkenang dengan perkataan itu.

“Ia selalu mengingatkan untuk selalu membantu antar sesama. Paling tdiak, itu akan menjadi bekal ketika kita sudah menghadap Allah, “ kata dia.

Sumila, muslimah yang bekerja belasan tahun di kediaman Nini masih menyimpan kenangan bersama almarhum. Ia membenarkan bahwa keseharian Nnii digunakan untuk menebar kebaikan dan menjalankan perintah agama. Salah satunya adalah gemar menolong warga yang kesusahan.

Sumila sendiri berhenti bekerja setelah ia bersuami. Suaminya pun juga mengenal baik keluarga Nini.

Rasanya kebaikan yang dilakukan keluarga Nini akan membuatnya di terima disis Allah.

“Saya bekerja di kediamannya tahunan. Ia itu ahli ibadah. Dilingkungan sosial, almarhumah juga diterima dengan baik lantaran gemar membantu,” tandas dia.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY