Nauzubillah, Pemabuk Mati Tragis

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0857-4376-2477
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Akhir hidup Surono sungguh tragis. ia meninggal akibat menenguk minuman keras yang dioplosnya sendiri. Akibat kelakuannya, menjelang kematiannya seperti tak punya kesadaran apapun. Kesadarannya timbul-tenggelam.

Perutnya dikeluhkan seperti terbakar. Hingga tubuhnya saat meninggal seperti tampak gosong. Minuman keras telah mengantarkan kematian Surono dan dua temannya dengan cepat. Berikut kisah lengkapnya.

Menjelang senja, Rabo 12 Agustus 2015 yang lalu, suasana duka menyelimuti keluarga Surono (bukan nama sebenarnya). Lelaki berusia 47 tahun warga Margangsan, Kota Yogyakarta.

Lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai penambang pasir itu menghembuskan napas terakhirnya dengan tragis.

Meninggal setelah meneguk minuman keras. Sehingga membuat kesadaran dan tubuhnya linglung. bahkan tubuhnya tampak terbakar.

Surono mulanya mengeluhkan sakit perut. Perutnya dikeluhkan seperti terbakar. Kepalanya terasa berat. Kesadarannya pun timbul-tenggelam menjelang mautnya. ia tak sempat menyampaikan wasiat apapun. Minuman keras yang telah diteguknya bersama teman-temannya membuatnya tersiksa.

"Mengeluhkan perutnya panas, lalu di bawa ke rumah sakit oleh keluarganya," ungkap tetangganya yang tak bersedia disebut namanya.

Dokter di rumah sakit tak bisa berbuat banyak. Minuman keras yang diteguknya cukup ganas menyerang ususnya. Kompol Ahmad Sofingi, Kapolsekta Mergangsan, mengonfirmasi kematian Surono akibat minuman keras yang dioplos. Minuman keras yang diminum Surono dan teman-temannya telah dioplos dengan bahan kimia yang berbahaya.

"Benar ada tiga warga Margangsan yang meninggal akibat minum oplosan," ungkap Ahmad Sofingi.

Surono dan teman-temannya memang sering menghabiskan malam hari di pinggir kali Code, sungai yang membela Kota Yogyakarta. di tengah obrolan malam panjang mereka, minuman beralkohol sudah akrab menjadi teman setianya.

Seolah tak ada malam indah tanpa alkohol bagi Surono. Betapa sialnya Surono dan dua temannya menghembuskan napas terakhirnya karena minuman yang diharamkan agama.

Saat mendengar Surono ditimpa sial, harus dibawa ke rumah sakit sehabis minum, para tetangganya ada yang kaget ada yang biasa saja menaggapinya. Mereka yang kaget karena merasa ganjil. Seperti tak percaya, ada yang berkata, bukannya Surono sudah biasa dengan minuman keras. Begitu ungkap tetangganya. Mungkin tubuh manusia punya batas ketahanan saat terus-menerus mengonsumsi minuman beralkohol.

AKIBAT MINUMAN KERAS

Wagiman, tetangga Surono yang mengaku temannya sejak kecil, memberikan kesaksian bahwa Surono muda sebenarnya orangnya baik. Bergaul dan berteman tidak aneh-aneh. Surono juga sempat menamatkan pendidikannya hingga jenjang SMK. Setelah tamat SMK, ia juga sempat merantau ke Jakarta. Sepulang merantau, Surono lalu menikah. Ketika itu Surono belum banyak berubah.

Setelah menikah, Surono banyak bekerja sebagai tukang parkir di area Terminal Umbulharjo. Dari situ Surono mulai memiliki kebiasaan meneguk minuman keras. Tampaknya Surono banyak terpengaruh oleh teman-temannya di lingkungan kerjanya. Karena terminal sepi, terminal di pindah ke Giwangan. Kemudian ia memutuskan bekerja menjadi penambang pasir yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya, bantaran Kali Code.

Wagiman mulai sering melihat Surono menghabiskan malam-malamnya di bantaran Kali Code. biasanya mereka bergerombol bersama teman-temannya dari luar kampung yang dulunya sama-sama bekerja di terminal. "Dulu sempat ditegur Pak RT, tapi malam melawan. Karena melawan, dibiarin, asal tidak mengganggu ketenangan warga," ucap Wagiman.

MENJADI PEMARAH

Mereka memang tidak pernah bikin ulah, kata Wagiman. hanya saja, jangan ganggu mereka. Sedikit saja ada orang membicarakan mereka, Surono biasanya tersinggung dan marah. Pengaruh alkohol yang selalu diteguknya nyaris tiap malam bukan saja mengantar Surono pada maut. Kini di kampungnya pun dikenal sebagai lelaki yang tempramen. Sedikit-sedikit pribadinya mudah tersinggung.

"Mungkin karena pengaruh alkohol, orangnya jadi mudah marah," ungkap tetangganya. Para tetangganya sudah maklum dengan tabiat Surono yang tempramen. Sehingga ketika berurusan dengan Surono, selalu berhati-hati.

Surono sudah pergi untuk selamanya. Tetapi kenangan dan ingatan para tetangganya sebagai lelaki temperaman mungkin tak pernah padam. Sedikit saja tersinggung, dirinya selalu naik pitam. Ribut dengan istrinya yang sangat sabar nyaris selalu terdengar tiap harinya.

Begitu tetangga memberikan kesaksian. Ia kerap kali susah untuk mau ngalah dalam banyak urusan dengan orang lain.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0857-4376-2477, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY