Pemakmur Masjid Wafat, Didatangi Ribuan Umat

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Mahmud bukan kiai atau tokoh masyarakat. Ia hanya pemilik bengkel mobil. Namun, kesehariannya selalu memakmurkan masjid dan menjaga sholat berjamaah. Subhanallah, saat ia wafat, ribuan orang menyalati dan mendoakan jenazahnya.

Di daerah Cikareo, Keluruhan Purbaratu, Tasikmalaya, Jawa Barat, ada seorang pemilik bengkel mobil, namanya Hasan Mahmud. Dua tahun yang lalu, tepatnya pada 15 Januari 2013, ia meninggal dunia. Hingga sekarang, dua tahun lamanya, banyak orang ketika berkunjung ke bengkelnya selalu meneteskan air mata.

Perasaan sedih dan rasa kehilangan belum juga sirna di hati mereka. Kematian Hasan Mahmud  yang meninggal di usianya yang ke-54 itu yang menyisakan kenangan yang sulit di punahkan. Mahmud boleh telah tiada secara ragawi, tapi kenangan baiknya tak pernah padam.

Sebelum meninggal Mahmud sempat dirawat dirumah sakit. Memang tak ada tanda-tanda kematian yang istimewa dari akhir hayatnya. Ia meninggal seperti orang lain pada umumnya.

Namun disaat sakitnya, ribuan orang datang menjenguknya. Padahal Mahmud hanya orang biasa,bukan tokoh atau kiai di daerahnya,hanya seorang montir mobil di bengkel yang didirikannya sejak muda. Menurut Irfan, tetangga almarhum Mahmud semasa hidupnya memiliki akhlak yang luar biasa mengagumkan.

“Saat dirawat dirumah sakit Pak Mahmud itu meninggal, sebelum meeninggal ditengokin ribuan orang,” ungkap Irfan.

Dituturka nIrfan, dihari meninggalnya, para pelayat berdatangan tanpa henti. Sejak sakitnya sudah dijenguk ribuan orang, saat meningalnya pun orang tetap berbondong-bondong melayatnya dan salatinya.

“Orang melayat tak henti-henti sehari semalam,” ujar Irfan.

Mereka yang datang melayat tak hanya datang dari daerah tersebut, melainkan dari beberapa desa tetangga yang di daerah Purbaratu dan Tasikmalaya.

“Semua orang merasa kehilangan,” kata Irfan.

SENANG MEMBANTU

Dalam hidupnya, Mahmud dikenal tidak pernah pilih kasih ketika membantu orang lain. Baik orang itu orang yang membencinya atau orang yang menyukainya.

“Almarhum selalu baik ke setiap orang,” tutur Irfan.

Irfan juga mencerita bagaimana pribadi pak Mahmud yang punya jiwa penolong. Secara ekonomi pak Mahmud tergolong orang yang pas pasan. Tapi, ketika ada orang yang membutuhkan bantuan pinjaman  uang ia sulit untuk tidak memberikannya.

“Ketika ada orang yang punya masalah atau kebutuhan mendesak ia selalu datang memberikan bantuan,” ujar irfan.

Semasa kebiasannya tersebut, almarhum juga sering membagi-bagikan makanan kepada tetangganya. Ia juga mudah bergaul dengan siapapun dengan tidak pandang umur ketika bergaul. Pribadinya juga sangat akrab dengan anak-anak muda.

“Dari golongan anak muda juga diranagkul tanpa pilih kasih, mau pemabuk, ataupun pemuda baik-baik,” ungkap Irfan.

Ia memiliki akhlaq pergaulan yang sangat menyenangkan bagi siapapun yang mengenalnya. Meski juga ada orang yang tak suka.

Dalam bertutur kata Pak Mahmud tidak pernah kasar. Ia lemah lembut ketika bercakap-cakap dengan orang lain. Pribadinya sangat menghormati orang lain ketika berbicara. Sulit untuk menyakiti perasaan orang lain. 

Bahkan dari kalangan anak muda, ia dikenal sebagai sosok yang mau mendengarkan. Sehingga banyak anak-anak muda yang menaruh simpati dan berlama-lama di bengkelnya. Cukup banyak alasan orang merasa kehilangan Pak Mahmud. “ Kalau berbicara orangnya selalu lembut,” tutur Irfan.

MEMAKMURKAN MASJID

Meski Pak Mahmud bukan keturunan kiai dan orang tak mengenalnya  sebagai kiai di kampungnya. Ia adalah sosok yang punya kepedulian terhadap keagamaan masyarakat setempat. Almarhum selalu punya ide-ide bagus untuk menghidupkan kegiatan dimajid.

Seperti diceritakan Irfan, dimasjidnya dulu tak ada pengajian rutin mingguan, berkat ide Pak Mahmud, di masjid kampung Cikareo menjadi ada. Ia tak hanya mengusulkan, tapi juga aktif mengkoordinasikan dengan warga yang lain.

Sebab itulah menurut Irfan jamaah masjdi banyak yang merasa kehilangan sejak meninggalnya Pak Mahmud.

“Dulu ada Pak Mahmud yang memeriahkan acara-acra di masjid, mulai dari ngusulin, menggerakkan warga, mulai dari yang tua hingga yang muda, sekarang sudah tidak ada,” ungkapnya.

Perasaan merasa kehilangan itu begitu kuat di kalangan jamaah masjid, sampai sekarang Pak Mahmud selalu di bicarakan. Kata warga yang sering muncul saat kumpul-kumpul, seperti ditirukan Irfan, “Kalau Isra Mi’raj kayak sekarang. Dulu ada Pak Mahmud yang paling semangat ya,” tutur Irfan.

Pak Mahmud pun ketika ada kegiatan-kegiatan acara keagamaan di masjid bukan hanya menggerakkan, tapi juga merelakan sebagian harta disumbangkan demi suksesnya kegiatan. Meski pas-pasan secara ekonomi tapi kedermawaannya tak diragukan lagi.

“Ada orang kan cuma punya ide, dan menggerakkan orang, tapi Pak Mahmud ini juga rela mengeluarkan biaya demi menghidupi acara-acara di masjid,” ujar Irfan.

Hal itu pula yang membuat jamaah masjid merasa kehilangan atas meninggalnya Pak Mahmud.

Dalam hal beribadah, Pak Mahmud tergolong orang yang taat.Keistimewaannya bukan hanya dalam hal duniawi, akhlak sesama manusia, tetapi hubungannya dengan Allah pun tampak terlihat dalam shalat lima waktu dia selalu dilakukan di masjid secara berjamah.

“Shalat jamaahnya setiap waktu ke masjid, meskipun waktu dhuhur dan ashar lagi ada kerjaan di bengkelnya, mendengar suara azan akan bergegas ke masjid,” ujarnya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY