Rahasiakan Sedekah, Wafat Usai Shalat Jamaah

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
Ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Sosok yang sabar dan selalu ramah dengan masyarakat sangat lekat dengan Donny Udhoyono. Ketika ia berpulang, banyak orang yang merasakan kehilangan dan merindukannya. Sebelum meninggal, dia juga sempat melaksanakan shalay Iya berjamaah di mushala depan rumahnya.

Tidak hanya keluarga, namun masyarakat yang tinggal disekita Sumput Asri, Driyorejo, Gresik juga merasa kehilangan. Cara meninggal yang mendadak membuat keluarga shock. Stetlah melaksanakan shalat Isya berjamaah, dia menghadap Ilahi Rabbi tanpa sakit apapun pada Oktober 2013.

“Meninggalnya pukul 22.30, setelah pulang dari mushala. Itu pun nunggu saya jemput karena nggak pulang-pulang, pas malam minggu juga. Ketika pulang, saya langsung mengajaknya istirahat karena kami habis jalan-jalan.

Setelah itu, beliau tidur di sebelah saya. Beliau mengambil napas panjang sekali dan tidak bernapas lagi,?” ujar Binti Rohmatin, istrinya.

Pris yang juga anggota Polsek Driyorejo ini tidak punya riwayat sakit apapun, sebelum meninggal, dia ingin memeriksakan kesehatannyake deokter langganannya. Semua hasil check up-nya normal dan tidak menunjukkan penyakit yang serius.

Sebelum meninggal, beberapa warga yang sering shalat berjamaah di musala depan rumahnya melihat Donny sering wudu dan tiduran di musala.

“Pak Donny kok bolak-balik wudu. Habis wudu, tiduran lagi dim musala,” tiru Binti.

TIDAK ADA FIRASAT

Baik keluarga maupun orang di sekitarnya tidak mengganggap perbuatan itu adalah firasat karena Donny memang ering menghabiskan waktu di musala ketika dia tidak sedang dinas.

Entah sekedar membersihkan musala tau mengecek keperluan musala yang perlu di ganti jika ada yang rusak.

Sebelum meninggal, dia sempat menghabiskan waktu bersama keluarga untuk jalan-jalan ke Surabaya. Ketika pulang, ia kemudian mengisi bensin di SPBU.

“Kami habis jalan-jalan ke Surabaya, kemudia Papa itu beli bensin, padahal bensinnya masih setengah. Ketika saya tanya, kenapa kok diisi, beliau menjawab,’Tidak apa-apa,buat jaga-jaga’,” katanya menirukan almarhum Donny.

Binti dan keluarga tidak merasa itu adalah salah satu tanda bahwa suaminya akan meninggalkannya.

Bahkan, sebulan sebelum kepergian suaminya, dia sering diajak untuk bertemu atau reuni kecil-kecilan dengan para kolega almarhum Donny, mulai dari tingkat sekolat menengah (SMP) sampai dengan sahabat terdekatnya.

“Akhir-akhir ini beliau juga sering mengajak saya untuk bertemu dengan teman-temannya. Pokoknya saya dikenalkan sama teman-teman beliau. Mulai dari teman SD sampai teman-teman lama beliau yang sudah lama tidak silaturahim,” kenangnya.

Semua yang  dilakukannya ternyata membawa manfaat untuk istri dan anaknya. Ketika ditinggalkan oleh Donny, istrinya bia mandiri dan sedikit banyak kenalan Donny bisa membantunya.

SOSOK SEDERHANA

Donny dikenal sebgai sosok yang sangat sederhana, meskipun ia sebagau seorang aparat kepolisian dengan pangkat IPDA.

Namun, kehidupannya angat sederhana dan tidak pernah menunjukkan kemewahan. Bahkan, dia juga sangat rajin untuk sedekah ke masjid dan musala terdekat.

Caranya bersedekah juga  jarang diketahui oleh pihak keluarganya. Ia sudah menyiapkan beberapa uang untuk disedekahkan ke masjid tau musaa.

“Saya tidak pernah tahu kalau beliau sering bersedekah ke masjid atau mushala. Ketika beliau meninggal, beberapa hari kemudian ada pengurus masjid yang datang dan bilang kau pak Sonny adalah donatur tetap di musala depan rumah.

Saya kaget, ketika saya lihat lemarinya, ternyata beliau sudah menyiapkan amplop-amplop yang ada tulisannya untuk masjid mana dan musala mana,” ceritanya.

Ia juga menceritakn bahwa meskipun kehidupannya sudah terbilang cukup, namun menurut Binti, suaminya selalu mencontohkan kepada nak-anaknya untuk selalu hidup sederhana.

Bahkan setiap kali putra-putranya mengajak untuk makan di tempat yang cukup mahal seperti restoran cepat saji, dia mengantarkan putra dan putrinya saja, dia lebih memilih makan di warung sambil ngobrol dengan orang yang ada di sekitarnya.

Dia juga sering mendapatkan guyonan dari teman-temannya bahwa dia tidak bisa membeli mobil yang bagus dan tidak seperti teman-temannya yang lain. Dia hanya bisa membeli mobil di masa menjelang pensiun.

Tapi, dia tidak pernahmengeluh dengan keadaan. Bahkan sia selalu berpesan kepada istrinya agar tidak mencari utang ataupun pinjaman lain agar tidak mempunyai tanggungan atau beban yang berlebihan.

“Sampai sekarang saya masihingat pesan almarhum bahwa saya tidak boleh melakukan pinjaman, lebih baik menjula barang yang dimiliki daripada mempunyai utang yang menumpuk,” imbuhnya.

Dari pesan almarhum, dia berusaha semaksimal mungkinmengghadapi segala ujian yang ada dengan ikhlas dan anak-anaknya juga selalu diajarkan untuk mandiri.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY