Rajin Bershalawat Kanker Otak Sembuh

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0857-4376-2477
Ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Anjuran Allah dan rasulnya agar umat Islam bershalawat kepada Rasulullah SAW ternyata banyak membawa manfaat. Selain mendapat pahala dan berharap safaat Rasulullah, ternyata shalawat juga bisa menyembuhkan penyakit. Benarkah? Berikut liputannya.

Keajaiban zikir dan shalawat juga dirasakan Dosen Fakultas Ushuludin UIN Wali Songo Semarang, Prof Amin Syukur. Dia bercerita, pada tahun 1997 Amin menderita kanker ganas otak. Bahkan, dokter memvonis hidupnya hanya berkisar satu tahun.

Malam hari sebelum di operasi, seluruh keluarga Amin membacakan shalawat 4444 kali. "Dibaca 20 orang. Dan juga dibacakan shalawat Tibil Qulub seribu kali selama empat jam." tutur Amin.

Menurut keyakinan Amin shalawat yang dibacakan keluarganya itu dinilai bisa membuka keruwetan masalah yang dihadapi seseorang. Tak hanya itu, makna shalawat juga bisa memudahkan keinginan dari orang yang membacanya. "Termasuk bisa menjadi obat hati," tambahnya.

KANKER SEMBUH

Jauh sebelum menderita kanker, Amin mengaku tak pernah sama sekali mengamalkan shalawat Nariyah atau Tibil Qulub. Tapi keajaiban yang dirasakan Amin setelah operasi benar-benar terjadi. Dia sembuh total. "Saya membuktikannya sendiri. Dan saya pun membacanya. Jadi keampuhan shalawat ini tidak hanya dibaca sendiri, tapi dibacakan pun juga sangat ampuh," tegas dia.

Tak berhenti membaca shalawat saja, sang keluarga pun juga membacakan yasin untuk Amin terus menerus hingga Amin dipastikan sehat. Kondisi Amin di tahun 2014, kala itu dia diperiksa ke Jakarta, ternyata dia terkejut. Hasil dari pemeriksaan menyatakan Amin bersih dari kanker.

"Alhamdulillah, padahal saat itu saya terkena kanker dua kali. Pertama kanker ganas otak dan kedua kanker nasofaring. November 2000 kena kanker nasofaring. Ini pengalaman saya ketika menderita kanker yang sembuh karena dibacakan shalawat," ungkap dia.

Kini, menginjak usia 64 tahun, Amin merasa dirinya lebih produktif dari sebelumnya. Malah, dia mengajar 20 SKS di Semarang, kemudian 6 SKS di Pekalongan dan 3 SKS di Wonosobo.

"Sekarang saya terus mengamalkan shalawat ini setiap hari, terutama usai shalat," ucapnya.

Amin menjelaskan, membaca shalawat itu termasuk masalah keyakinan. Shalawat bagi dirinya adalah doa. Maka tak perlu ada keraguan. Mengapa? Agar semua yang diinginkan bisa tercapai kehendak orang tersebut. "Kalau kita ragu-ragu ya jelas tidak akan tercapai kehendaknya. Dan benar saja, beberapa kali cek up, Alhamdulillah saya dianugerahi umur. Kalau diminta tolong orang, saya sekarang tidak bisa menolak," pungkas dia.

Menurut Prof Dr Moh. Ali Aziz, MA semua ibadah yang dilakukan, baik itu shalat, shalawat, dan membaca Alquran adalah bentuk zikir kepada Allah. Ada metode yang bernama sound healing yakni melakukan zikir yang di keraskan.

"Karena zikir yang dikeraskan sampai telinga kedengaran, sebab telinga yang kedengaran itu nanti ada fibrasi dalam telinga. Membaca Alquran juga begitu, dilagukan yang neak dan membuat hati senang. Sama dengan shalawat yang membuat hati senang," ujarnya

Ia menambahkan bahwa ada sebuah penelitian yang dilakukan di mesir terhadap 201 orang non muslim sebagai sukarelawan. Para sukarelawan ini dibacakan ayat-ayat Alquran dalam kurun waktu tertentu. Ternyata hasil riset menunjukkan bacaan Alquran dapat menurunkan ketegangan pikiran sampai 65 persen sekaligus menguatkan kekebalan tubuh sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang lama ataupun baru.

SEMBUHKAN SAKIT PARAH

Kisah keajaiban shalawat juga dialami oleh KH Ahmad Masduqie Mahfudh sebagai wasilah untuk mengatasi penyakit dan kesulitan. Pengalaman shalawat beliau lagi, yakni ketika Kiai Masduqie harus melaksanakan dinas di Tarakan, kalimantan Timur. pada suatu hari, ada tamu pukul 5 sore, dan bilang ke Kiai Masduqie, "Saya disuruh oleh ibu, disuruh minta air tawar."

Kiai Masduqie mengaku masih bodoh saat itu. Seketika itu ia menjawab, "Ya, silakan ambil saja, air tawar kan banyak itu di ledeng-ledeng itu."

"Bukan itu, Pak. Air tawar yang dibacakan doa-doa untuk orang sakit itu, Pak," kata si tamu.

"O, kalau itu ya tidak bisa sekarang. Ambilnya harus besok habis shalat subuh persis."

Kiai Masduqie menjawab begitu karena beliau ingin bertanya kepada sang istri perihal abah mertua yang sering nyuwuk-nyuwuk (membaca doa untuk mengobati) dan ingin tahu apa yang dirapalkan. Ternyata istri beliau tidak tahu tentang doa yang dibaca abahnya di rumah. Padahal Kiai Masduqie sudah janji.

Habis isya saat beliau harus wiridan membaca dalail, beliau menemukan hadis tentang shalawat. Inti hadis tersebut kurang lebih, "Siapa yang baca shalawat sekali, Allah beri rahmat sepuluh. Baca shalawat sepuluh, Allah beri rahmat seratus. Baca shalawat seratus, Allah beri rahmat seribu. Tidak ada orang yang baca shalawat seribu, kecuali Allah mengabulkan permintaannya."

Setelah mencari di berbagai kitab, ketemulah hadis tersebut sebagai jawabannya. Lalu beliau pun bangun di tengah malam, mengambil air dulu dan air segelas, setelah itu membaca shalawat seribu kali, Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammad.

Setelah selesai membaca seribu shalawat, Kiai Masduqie berdoa, "Allahumaj'al hadzal ma' dawa-an liman syarabahu min jami il amradh". Artinya doa tersebut, "Ya Allah, jadikanlah air ini sebagai obat dari segala penyakit bagi peminumnya". Lalu meniupkan ke air gelas dan baca shalawat satu kali lagi. Di pagi hari, diberikanlah air tersebut kepada orang yang memintanya.

Setelah tiga hari, ada berita dari orang tersebut bahwa si penderita penyakit sudah sembuh setelah meminum air dari Kiai Masduqie. Padahal, sakitnya sudah empat bulan dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Dokter pun sudah tidak sanggup menangani penyakit yang diderita orang ini dan menyarankan untuk mencari obat di luar.

Anehnya, pemberi kabar itu mengatakan bahwa Kiai Masduqie selama tiga hari itu mengelus-elus perut orang yang sakit.

Mengelus-elus perut? Tentu saja tidak, apalagi si penderita penyakit adalah perempuan yang bukan mahramnya. Hal itu juga mustahil karena Kiai Masduqie selama tiga hari di rumah saja. Berkat shalawat, atas izin Allah penyakitnya sembuh.

Sejak peristiwa itu di Kalimantan Timur Kiai Masduqie terkenal sebagai guru agama yang pintar nyuwuk. Sampai penyakit apa saja bisa disembuhkan. Jika beliau tidak membacakan shalawat, ya istri beliau mengambilkan air jeding, yang sudah dipakai untuk wudlu. ya sembuh juga penyakitnya. Inilah pengalaman shalawat Kiai Masduqie ketika dinas di Kalimantan.

MENGUBAH MINDSET

Menurut Prof Ali, pendengaran adalah indera paling penting. Sebab ia panglima yang mengatur semua sistem syaraf. Telinga bagian dalam berhubungan dengan jantung, paru-paru, hati dan usus. Frekwensi suara dapat memengaruhi semua organ tubuh.

Suara dapat memengaruhi sel-sel termasuk sel kanker. Suara paling dahsyat pengaruhnya adalah suara dirinya sendiri. Suara memiliki pengaruh terhadap sel-sel dalam tubuh termasuk sel-sel darah, bahkan bisa meledakkan sel kanker dan dalam waktu yang sama mengaktifkan sel-sel dengan baik.

"Keraskan bacaan Anda dengan irama dan alunan yang membuat hati Anda berbunga-bunga, penuh suka cita. Semoga Anda juga secara bertahap memahami kandungan maknanya. Dari sound healing therapy inilah kita bisa mengerti mengapa Nabi SAW memerintahkan Anda melagukan Alquran," imbuhnya.

Mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga mengatakan bahwa dalam setiap melaksanakan shalawat harus dengan perasaan yang senang. Melaksanakan shalawat harus mempunyai perasaan bahwa Rasul berada di dekat kita. Hal ini akan membuat perasaan menjadi lebih dekat dan tenang.

Menurut guru besar UIN Sunan Ampel ini, ketika seseorang divonis suatu penyakit. Maka jangan lekas bersedih hati, dekatkan diri kepada Allah, dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Selama ini, ia juga menjalani perawatan dan chek up yang dilakukan rutin setiap sebulan sekali sejak dinyatakan dirinya mengidap Hepatitis. Namun mindset-nya bahwa semua yang ada di dalam tubuh adalah milik Allah. Tetap berpikiran yang positif, dan selalu dalam keadaan hati yang senang serta dalam kondisi yang baik.

"Setiap bulan saya tetap chek up dan melakukan pemeriksaan rutin ke Puskesmas dan rumah sakit. Sambil nunggu antrean yang panjang, saya manfaatkan untuk menulis artikel dan menulis buku. Nanti kalau sudah waktunya untuk dipanggil ya kan gilirannya masuk. Jadi tidak perlu dibuat bingung atau ditunggu," katanya.

Ia menyarankan bagi yang sedang sakit, tenanglah, jangan bersedih. Ketika Anda bersujud dan berzikir panjang, hasbiyallah wani'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolongku).

"Jadi mindset-nya dulu, baru kemudian hati disenangkan. Kemudian telinga digetarkan dengan suara-suara Alquran dan shalawat. Terus badan digerakkan, secara rutin minum obat dari dokter, lalu hasilnya dikembalikan lagi kepada Allah," pungkasnya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0857-4376-2477, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY