Seorang Pendeta yang Mendekati Allah.

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Karena bersahabat dengan seorang muslim yang saleh, seorang pendeya akhirnya bertobat dan masuk Islam. Setelah bertobat dan menunaikanibadah hji, sang pendeta yang telah mualaf itu meninggal dunia dengan tenang.

Pada suatu ketika, Ibrahim Al Khawas, seorang wali Allah, hendak menunaikan ibadah haji menuju Mkkah tanpa menggunakan unta maupun keledai. Beberapa lama setelah berjalan, Ibrahim beistirahat di suat tempat. Di sana, ia meras atersesat. Di sanalah ia bertemu dengan seorng Pendeta Kristani.

“Wahai orang Islam, bolehkan aku bersahabat denganmu dan berjalan bersamam?’ tanya pendeta itu.

“Tentu saja boleh,” ujar Ibrahim. Maka berjalanlah Ibrahim bersama oendetaitu hingga tiga hari tanpa makan dan minum. Tiba-tiba tak lama kemudian pendeta itu menyatakan rasa laparnya. “Wahai muslim, aku merasakan lapar yang sangat. Karena itu berilah aku sedikit makan yang ada padamu,” kata si pendeta.

Mendengar oermintaan rahib itu, sepintas Ibrahim juga bingung karena ia tak membawa bekal. Kemudian Ibrahim pun memohon kepada Allah AWT.Ya Allah, janganlah engkau mempermalukan aku dihadapan seteru engkau ini,” doa Ibrahim.

Berprasangka Baik.

Belum selesai Ibrahim berdoa, tiba-tiba turunlah hidangan darilangit berisi dua keping roti, air minum dan daging. Maka mereka pun makan dan minumbersama-sama. Sesudah itu keduanya pun meneruskan perjalanan hingga tiga hari tanpa makan dan minum. Kali ini giliran Ibrahim meminta makanan pada pendeta itu.

“HAI Pendeta Nasrani, berikanlah kepadaku sesuatu makanan yang ada padamu,” pinta Ibrahim.
Rahib itu juga bingung karena ia tak punya bekal makanan sedikitpun. Lalu tiba-tiba ia meniru Ibrahm dengan berdoa kepada Allah. Tak lama kemudian tiba-tiba turun hidangan dari langit. 

Hidangan itu sama dengan hidangan saat diberikan Allah kepada Ibrahim. “ Demi kemuliaan dan ketinggian Allah SWT, tiadalah aku makan sehingga engkau memberitahukan (hal ini) kepadaku,” kata Ibrahim.

“Wahai Ibrahim, tatkala aku bersahabat denganmu, maka aku mengenal kemuliaanmu, lalu akupun memeluk agamamu. Sesungguhnya aku telah membuang masa mudaku dalam kesesatan dan sekarang aku telah mendekati Allah SWT,” ujar Pendeta itu yang rupanya telah memeluk Islam secara diam-diam setelah berjalan bersama Ibrahim.

Mendengar pengakuan itu Ibrahim gembira. Keduanyalantas melanjutkan perjalanan  menuju makkah untuk melakukan ibadah haji.

Meningga Dunia

Saat melakukan tawaf, Ibrahim kehilangan karibnya itu. Ia telah mencarinya ke penjuru Masjidilharam, tetapi juga tak ditemukan. Tetapi tiba-tiba Ibrahim mendapati mantan pendeta itu tengah melakukan shalat di sisi Kakbah.

“HAI Ibrahim, sesungguhnya sudah dekat perjumpaanku dengan Allah, maka jagalah persahabatan kita,” ucapnya. Setelah berkata demikian, tiba-tiba mantan pendetta itu menghembuskan nafas terkahirnya, tepat disi kakbah.

Innalilahi wainna ilaihi rajiuun. Ibrahim sangatberduka atas kematian sahabatnya itu. Ia segera mengurus jenazah dan pemakamannya. Malam harinya Ibrahim bermimpi dan melihat temannya itu gembira dan mengenakan sutera yag indah.

“Bukankah engkau sahabatku, apakah yang telah dilakukan oleh Allah terhadap engkau?” tanya Ibrahim

“Aku berjumpa dengan Allah dengan dosa yang banyak, tetapi dimaafkan. Semua itu karena aku berprasangka baik kepada-Nya dan Dia menjadikan aku seolah-olah bersahabat dengan engkau di dunia dan bertetangga dengannmu di akhirat,” jelas mantan pendeta itu.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY