Jenazah Ahli Sedekah, Wangi Tanpa Parfum

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0831-9534-4214
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Meninggalnya H Mas'ud disimpulkan warga husnul khatimah. Sebab saat meninggal dia mampu mengucap dua kalimat syahadat dan kalimat takbir. Namun, lebih dari itu mulai dari saat ia sakaratulmaut, aroma wangi sudah mengiringinya hingga jenazahnya dibawa kepemakaman. Semua hal itu menguatkan keyakinan warga bahwa itulah bukti kebaikan ahli sedekah itu.

Pagi buta Haji Mas'ud sudah bangun dari tidurnya. Dia bergegas meraih handuk di atas lemari samping tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Meskipun hari itu udara terasa dingin, namun kakek tiga cucu itu sudah terbiasa.

Malahan, seminggu ini Mas'ud seolah semakin rajin saja melaksanakan salat. Belum juga azan berkumandang, dia selalu lebihdulu duduk bersimpuh dengan wajah dan tangan menengadah keatas.

Untaian zikir terdengar lirih dari bibir Mas'ud menyambut bedug azan terdengar. "Seperti itulah hari-hari bapak sebelum meninggalkan kami sekeluarga," tutur Nurmala, istrinya.

MENEBAR BAU HARUM

Nampaknya warga Surabaya ini sudah merasa jika dirinya segera menghadap sang khalik. Seolah dirinya sudah diperngatkan jika hari kematian itu sudah dekat, Mas'ud menyiapkan dirinya menghadapi maut. Mulai dari memperbanyak zikir, sedekah dan amalan lainnya.

Nurmala tak mengira jika firasat Mas'ud benar-benar menutup mata di usia 74 tahun. Berulangkali mas'ud mengatakan sesuatu yang terdengar aneh di anak dan cucunya. Misalnya, dia meminta Nurmala mengumpulkan seluruh anak-anaknya.

"Bu, tolong nanti jam dua siang, anak-anak suruh kumpul. Bapak mau pamit sebentar," pinta dia ke Nurmala suatu hari.

"Bapak ini aneh-aneh aja toh. Lha wong mau pamitan aja pake disuruh ngumpulin anak-anak. Emangnya mau pergi kemana sih, Pak?" sahut istrinya

"Udahlah, Bu. yang penting nanti jam dua anak-anak suruh kumpul ya."

Benar saja jika Nurmala gusar lantaran suaminya sering bicara ngawur. Sering bicara soal dunia akhirat. Bicara soal kematian yang husnul khatimah. bahkan, Mas'ud sendiri sempat menyampaikan jika dirinya ingin meninggal husnul khatimah.

Tak hanya itu saja, dia juga menuliskan beberapa wasiat yang dititipkan kepada istrinya itu. namun Nurmala tak pernah menanggapi ucapan suaminya yang dirasa ngawur itu.

Di suatu siang yang terik, seperti biasanya Mas'ud segera mengambil air wudu dan bersiap-siap untuk salat dzuhur. Pasutri ini kemudian salat berjamaah. Lagi-lagi Mas'ud menasihati Nurmala dan menyuruhnya agar mengumpulkan anak-anak mereka saat jam dua siang.

"Bu, nanti kalau ditinggal bapak, jaga anak-anak dan cucu kita ya," pesan Mas'ud.

Tiba-tiba saja Mas'ud menitikkan air mata seraya memohon maaf atas kekhilafan yang sengaja atau tidak sengaja dilakukannya kepada sang istri. Berulang kali dia terisak dan memohon maaf kepada Nurmala. Hati istrinya semakin terenyuh.

Ketakutan sekaligus kecurigaannya jika suaminya itu akan pergi selama-lamanya semakin menguat. Nurmala tak kuasa menahan tangis. Dia baru sadar jika suaminya berpamitan menghadap Allah. Rupanya Nurmala paham firasat suaminya ini.

"Bapak mau kemana? Jangan tinggalin ibu, Pak. Jangan tinggalkan kita semua. Bapak harus sehat selalu dan panjang umur."

"Ini sudah waktunya, Bu. Bapak harus pergi."

SUKA MENOLONG

Tepat pukul 14.00 WIB, semua anak dan cucu Mas'ud yang di Surabaya berkumpul di rumah. Lantas mereka semua bertanya-tanya kemanakah bapaknya itu akan pergi. Semuanya berdiri disamping Mas'ud. Sesak napas Mas'ud kian terlihat. Dia bernafas dengan tersengal-sengal seraya menggetarkan kalimat tauhid.

Yang membuat kagum saat itu, Mulyono, tetangga sebelah yang turut menyaksikan, mencium aroma wangi dari rumah Mas'ud.

"Jadi saat itu baunya wangi melati. Aromanya makin menguat ketika Pak Mas'ud nazak (sakaratulmaut)," cerita dia.

Usut punya usut, aroma wangi tersebut dari jenazah almarhum. Pasalnya, saat proses pemakaman pun, sepanjang jalan jenazahnya menebarkan aroma wangi.

Hingga pada waktunya, napas Mas'ud berhenti. Jantungnya pun terhenti. Matanya menatap ke langit atap rumahnya. Terakhir, bisikan lirih yang keluar dari bibir Mas'ud yakni Allah.

"Allahu akbar!!!"

"Inna lillahi wa innalillahi rajiun," suara keras itu memecah kesunyian.

Siang itu merupakan kali terakhir Mas'ud berpamitan kepada anak dan istrinya. Firasat yang dirasakannya itu rupanya petunjuk dari Allah bahwa dirinya akan menghadap sang khalik. Dimata tetangganya, sosok Mas'ud adalah pria yang bertanggungjawab kepada keluarga. ia juga adalah seorang bapak yang berjiwa besar. Suka bersedekah dan sifat penyabar melekat pada diri Mas'ud sejak dia tinggal di Surabaya.

Begitu pula Nurmala yang menilai almarhum merupakan suami yang disiplin dalam ilmu agama. Yang paling diingat Nurmala, ketika Mas'ud marah jika anak cucunya meninggalkan salat. Sifatnya yang sampai sekarang dikagumi warga karena dia suka menolong.

Kematian Mas'ud terus disinggung warga sebagai kematian husnul khatimah. "Almarhum benar-benar meninggal dalam keadaan suci dan setelah ibadah," tandas Mulyono menutup kisahnya.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0831-9534-4214, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY