Sedekah Dulu Atau Bayar Hutang Dulu?

shares


Hallo man teman, jangan lupa untuk selalu membaca sampai selesai yapp... Jangan hanya sekilas saja. Dan setelah membaca sampai selesai biasakan meninggalkan komentar yapp biar saya semakin semangat buat artikel-artikel.

GABUNG JUGA YUK DI GRUP WHATSAPP SAHABAT MAS IFAN 🙏 😍 JOIN GRUP KONTAK WA 0857-4376-2477
ilustrasi ( Source )
Berbagi Bersama Mas Ifan - Utang dan sedekah adalah dua hal yang berbeda. Utang tentu saja membawa konsekuensi hukum, yakni wajib melunasinya.

Lihat penegasan dan rambu-rambut Alquran Surat Al Baqarah 2, ayat 282. Di sana diuraikan dengan jelas dan rinci tentang kewajiban membayar utang, tata cara, dan semua hal terkait utang-piutang.

Dikuatkan lagi dengan hadis Nabi, "Nasib seorang mukmin bergantung pada utangnya sampai ia melunasinya," (HR. Ahmad dan Tirmizi).

Sementara itu bersedekah adalah amalan sunah yang apabila kita melakukannya mendapatkan pahala, namun kita tidak berdosa jika tidak melakukannya.

Sebaliknya sesuatu yang wajib, termasuk melunasi utang, jika tidak kita tunaikan, maka hukumnya berdosa. Artinya dahulukan yang wajib, setelah itu baru yang sunah.

Dalam hadis Qudsi yang cukup panjang di antaranya Allah SWT berfirman, "... Dan tidaklah hamba-Ku mendekart kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah nafilah (sunnah) hingga Aku mencintai-Nya ...," (HR Bukhari).

Memang ada sebagian orang yang meyakini bahwa sedekah menjadi solusi ajaib untuk dapat melunasi hutang. Tapi akan menjadi bermasalah jika di saat yang sama masih mempunyai tanggungan utang yang harus segera dilunasi karena sudah jatuh tempo.

Lalu bagaimana dengan sedekahnya? Mari kita renungkan hadis, dari Abu Dzar Ra, seseorang datang menghadap Rasulullah SAW dan berkata, "Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa, dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka."

Beliau Saw bersabda, "Bukankan Allah telah menjadikan bagian kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma'ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (hubungan suami istri) dengan istrinya adalah sedekah." (HR Muslim).

Mari kita cermati ucapan orang yang datang menghadap Rasulullah Saw, "...dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka." perkataan ini bukan ditanggapi oleh Nabi SAW dengan menyuruh orang tersebut berutang untuk bersedekah. Yang beliau sampaikan kepada orang tersebut adalah amalan-amalan yang bernilai sedekah, meski bukan dalam bentuk harta atau uang.

Baca Juga Yang Ini yapp

BUAT TEMEN-TEMEN YANG MAU GABUNG JADI SAHABAT MAS IFAN DI GRUP WA BISA KONTAK SAYA DISINI WA 0857-4376-2477, JADI YANG PALING PERTAMA TAHU ADA ARTIKEL MENARIK DAN KEGIATAN MAS IFAN DI GRUP WA SECARA LANGSUNG... ENJOYY